Saya kira sudah banyak yang tahu bahwa tanggal 10 Mei
2012 besok akan terjadi Gerhana Matahari Cincin. Dari Indonesia,
ternyata tempat yang paling oke untuk menikmati gerhana tersebut adalah
dari Kota Merauke. Matahari akan nampak paling redup se-Indonesia dan
akan nampak seperti “Bulan sabit” dari kota Merauke.
Sedikit teori dulu, :))… sebagaimana pelajaran SD dahulu, Gerhana
Matahari cincin terjadi karena sinar Matahari tertutupi sebagian oleh
Bulan tepat dibagian tengahnya ketika Bumi-Bulan-Matahari segaris.
Mengapa tidak tertutup semuanya?, karena pada masa tertentu jarak antara
Bulan dengan Bumi agak menjauh, maka pada saat itu piringan Bulan
seolah-olah sedikit mengecil. Kombinasi dari jarak Bumi-Bulan-Matahari,
alhasil, piringan Bulan menjadi terlihat lebih kecil dari piringan
Matahari. Dan ketika Bumi-Bulan-Matahari segaris, maka terjadilah
Gerhana Matahari cincin.
Namun tunggu dulu, lintasan gerhana ini sebenarnya tidak akan melewati
Indonesia (Gambar 1). Maka, Gerhana tersebut hanya akan tampak sebagai
Gerhana Matahari sebagian (gerhana parsial, bukan gerhana cincin) bila
dilihat dari Indonesia. Gerhana Matahari parsial tersebut akan mulai
terlihat saat Matahari terbit dari sebagian kota di Indonesia.
Saat baru terbit, dan Matahari masih kemerahan (tidak menyilaukan),
gerhana aman dilihat dengan mata telanjang. Bila Matahari sudah meninggi
(menyilaukan) seiring dengan proses berjalannya gerhana, maka harus
menggunakan alat bantu kaca gelap agar tidak merusak mata. Matahari dan
Bulan sama2 terbit dari Timur dan bergerak ke Barat. Dalam gerak semu
tiap hari tersebut, Matahari sedikit lebih cepat dari pada Bulan. Jadi
dalam hal gerhana ini seolah-olah Matahari menyalip Bulan. Pada awal
gerhana, Bulan berada diatas Matahari dan pada akhir gerhana, Bulan
berada dibawah Matahari.

















